Percikan Doa Melangit Dari Anggota Polres Dan Pemuda NU Tasikmalaya

Selasa, 06 Agustus 2019 23:58 D. Farhan Kamil Daerah

Percikan Doa Melangit Dari Anggota Polres Dan Pemuda NU Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Kabar wafatnya Mustasyar sepuh PBNU, almarhum almagfurlah KH. Maimoen Zubair atau yang lebih akrab disapa Mbah Moen di Kota Makkah Almukarromah Arab Saudi, mengundang simpati berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

Selasa (06/08/19), ratusan anggota polisi di lingkungan Polres Tasikmalaya serentak menggelar doa bersama dan solat Ghoib berjamaah di masjid Mapolres Tasikmalaya.

Doa terpanjat menyertai duka mendalam atas kehilangan ulama kharismatik nusantara itu, terpancar kontras dari raut muka seluruh personel Polres Tasikmalaya.

"Kita di sini turut berduka dan bela sungkawa atas kepergian salah seorang ulama besar di Indonesia yang belum lama ini beliau singgah di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum, kita di sini berdoa dan solat Ghoib. Beliau wafat dalam keadaan husnul khotimah," tutur Wakapolres Tasikmalaya, Kompol Rikky Aries Setiawan.

 

Koropak.co.id - Percikan Doa Melangit Dari Anggota Polres Dan Pemuda NU Tasikmalaya (2)

 

Hal serupa dilakukan oleh warga Nahdliyin Kabupaten Tasikmalaya. Puluhan kader Ansor dan Banser di Kabupaten Tasikmalaya menggelar sholat Ghoib dan tahlil di aula Kantor PCNU Kabupaten Tasikmalaya.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tasikmalaya, Asep Muslim mengatakan, wafatnya Mbah Moen adalah duka mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia. Khususnya warga Nahdlatul Ulama.

Bagaimana tidak, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang Jawa Tengah ini dikenal sebagai ulama sepuh yang kharismatik dan kaya akan ilmu agama. "Beliau tidak tergantikan," ujar Asep

Ditambahkan, Ansor menginstruksikan seluruh kader di Kabupaten Tasikmalaya untuk menggelar sholat Ghoib dan tahlil di daerah masing-masing. "Instruksi ini langsung dari tingkat Pengurus Pusat," ucapnya.

Sementara itu, Kasatkorcab (Komandan Satuan Koordinasi Cabang) Banser Kabupaten Tasikmalaya, Imam Mudofar menyebutkan, Mbah Moen adalah sosok dibalik lagu Yalal Wathon yang hari ini wajib di kumandangkan setiap kali acara-acara NU. Beliau lah yang mengijazahkan lagu tersebut kepada kader-kader NU, khususnya Ansor dan Banser.

"Beliau mendapatkan syair tersebut dark KH. Wahab Hasbulloh dan mengijazahkan langsung ke Ketua Umum Ansor, Gus Yaqut," kata Imam.*

 

Baca : Kabar Duka Mbah Moen, Wafat di Mekah Saat Tunaikan Ibadah Haji 


Berita Terkait