Kak Seto Ajak Warga Jawa Barat Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional

Jum'at, 09 Agustus 2019 09:31 D. Farhan Kamil Daerah

Kak Seto Ajak Warga Jawa Barat Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional

 

Koropak.co.id - Psikolog anak, Prof. Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si. atau akrab disapa Kak Seto menyebutkan, gadget ibarat sebilah pisau. Ada manfaatnya tetapi juga ada bahayanya. Sisi bahayanya apabila si pengguna terutama kalangan anak-anak menjadi lupa.

Lupa terhadap dirinya, lingkungan dan juga waktu. Baik waktu untuk beribadah, belajar, membantu keluarga dan lain sebagainya termasuk waktu untuk berinteraksi dengan mahluk sosial.

"Saya mendapat beberapa kasus, dimana anak-anak kemudian terganggu secara psikologisnya akibat ketergantungan terhadap gadget. Salah satu indikasinya terbaca ketika gadget mati, maka sikap anak berubah seketika. Ia menjadi marah-marah atau uring-uringan sehingga mengganggu konsentrasinya untuk melakukan kegiatan-kegiatan lain yang jauh lebih positif," kata Kak Seto seusai pemaparan materi pada acara talk show yang digelar Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (8/8/2019).

 

Koropak.co.id - Kak Seto Ajak Warga Jawa Barat Bangkitkan Kembali Permainan Tradisional (2)

 


Baca : Hari Anak Nasional Pacu Spirit Anak Agar Rajin Membaca


Pesan kepada seluruh orang tua, tambah Kak Seto, untuk lebih perhatian dengan cara membimbing serta memberikan pengertian terhadap anak-anaknya, agar menggunakan gadget secara cerdas dan bijaksana serta tidak berlebihan. Termasuk memperhatikan isi gadget.

"Jangan-jangan isi gadgetnya ada fornograpi, radikalisme, LGBT, atau hal-hal negatif lainnya. Mari kita bangun kepedulian bagi anak-anak kita," ujarnya.

Ia berharap agar permainan tradisional di Tasikmalaya Jawa Barat yang diperankan anak-anak, seperti pecle, engkle dan baren, dipopulerkan kembali.

"Permainan seperti itu sangat positif, selain menjadikan anak-anak sehat karena darah mengalir lancar, permainan tradisional juga nyatanya mampu membangun ikatan sosial dan emosional yang baik antar sesama. Mereka sudah belajar kerjasama sejak usia dini," tuturnya.*

 

Baca : Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Tasikmalaya Meningkat 130 Persen


Berita Terkait