Inilah Tradisi Unik di Indonesia Saat Hari Raya Iduladha

Sabtu, 10 Agustus 2019 01:16 Eris Kuswara Nasional

Inilah Tradisi Unik di Indonesia Saat Hari Raya Iduladha


Koropak.co.id - Berbicara mengenai Hari Raya Iduladha yang diperingati pada Minggu (11/8/2019) mendatang, terdapat bermacam tradisi menarik di berbagai daerah di Indonesia. Berikut Koropak telah menyiapkan rangkuman beberapa tradisi unik di beberapa daerah di Indonesia dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

1. Manten Sapi - Pasuruan Jawa Timur
Pasuruan Jawa Timur memiliki tradisi mendandani sapinya sebelum diberikan kepada panitia kurban. Sapi tersebut dimandikan terlebih dahulu, kemudian dihiasi dengan kembang tujuh rupa dan dibalut kain putih. Tradisi yang disebut dengan nama Manten Sapi ini nantinya diakhiri dengan mengarak sapi keliling desa.

 

Koropak.co.id - Inilah Tradisi Unik di Indonesia Saat Hari Raya Iduladha 2

 

Baca : Inilah Adab Menyembelih Hewan Kurban Iduladha yang Benar

 

2. Grebeg Gunungan - Daerah Istimewa Yogyakarta
Sama halnya seperti Hari Raya Idulfitri, Grebeg Gunungan juga turut dilakukan warga Yogyakarta ketika Hari Raya Iduladha tiba. Tradisi turun-temurun yang dilaksanakan di Keraton ini digelar dengan membawa hasil bumi yang ditumpuk menyerupai gunung. Untuk acara puncaknya ditandai dengan rebutan isi gunungan tersebut. Masyarakat percaya barang siapa yang bisa mengambil isi gunung tersebut akan mendapatkan berkah yang melimpah.

 

3. Kaul Negeri dan Abda’u - Maluku Tengah
Warga Ambon dan sekitarnya juga mempunyai tradisi unik setelah melakukan ibadah shalat Iduladha. Sebelum pelaksanaan penyembelihan kambing, hewan kurban akan digendong pemuka adat dan agama dengan menggunakan kain dengan diiringi alunan takbir dan solawat. Kambing tersebut diarak menuju masjid.

 

Koropak.co.id - Inilah Tradisi Unik di Indonesia Saat Hari Raya Iduladha 3

 

Baca : Bupati Ade Imbau Warga Gunakan Besek Untuk Pembagian Daging Kurban

 

4. Meugang - Aceh
Meugang merupakan sebuah tradisi yang dilakukan masyarakat Aceh untuk memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga, kerabat, dan anak yatim piatu. Tradisi ini dilakukan sejak zaman kerajaan pimpinan Sultan Iskandar Muda yang dilakukan selama dua hari sebelum Hari Raya Iduladha tiba. Meugang juga digelar sebagai rasa syukur selama 11 bulan mencari nafkah.*

 


Berita Terkait