Bawa Miras Siap Edar, Seorang Ibu Rumah Tangga Diciduk

Sabtu, 10 Agustus 2019 17:01 Ahmad Mukhlis Daerah

Bawa Miras Siap Edar, Seorang Ibu Rumah Tangga Diciduk


Koropak.co.id - Mati satu tumbuh seribu, pepatah tersebut cocok menggambarkan para penjahat narkoba. Kematian Dadan Andaru yang terjerat kasus narkoba di Lapas Ciamis beberapa waktu lalu, tidak menyurutkan para pelaku kejahatan narkoba.

Buktinya, jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Ciamis berhasil menyita ratusan botol minuman keras oplosan siap edar di wilayah Kecamatan Panumbangan, dan sejumlah obat farmasi jenis Tramadol sebanyak 8 strip (80 butir) yang siap diedarkan di wilayah Ciamis.

Polisi juga menyita 40 butir jenis Hexymer dan dua bungkus plastik sabu-sabu seberat 1.01 gram siap edar di wilayah Pangandaran.

Demikian disampaikan Kapolres Ciamis, AKBP Bismo Teguh Prakoso didampingi Kasat Res Narkoba AKP Darli, S.Sos, Kasubbag Humas Iptu Hj. Iis Yeni Idaningsih, S.H dan KBO Sat Res Narkoba Ipda Edi Permadi dalam Konferensi Pers yang digelar di Mako Polres Ciamis, Jumat (9/8/2019).

Menurut Bismo, pelaku pengedar miras adalah DH (27), seorang ibu rumah tangga warga Desa Tenggerharja, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis ditangkap di Panumbangan berikut barang buktinya sebanyak 152 botol miras ukuran 600 ml yang masih tersegel siap edar.

“Pelaku merupakan pengedar miras oplosan jenis Ciu di wilayah Panumbangan, yang sejak dua bulan lalu mengedarkan miras dengan keuntungan mencapai hampir Rp 2 juta,” kata Bismo

 

 

Koropak.co.id - Bawa Miras Siap Edar, Seorang Ibu Rumah Tangga Diciduk (2)

 

Baca : Seorang Nelayan Asal Pangandaran Nekat Edarkan Hexymer

 

Atas perbuatanya, DH melanggar pasal 204 ayat (1) KUHPidana Jo pasal 62 ayat (1) UU RI No. 08 Thn. 1999 tentang perlindungan konsumen, DH diancam pidana penjara 5 sampai 15 tahun dan pidana denda Rp 2 milyar.

Sedangkan pelaku tindak pidana menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi jenis obat Tramadol tanpa memiliki kewenangan yaitu IF (23), mahasiswa warga Desa Kahuripan, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya.

“Barang buktinya sebanyak 8 strip yang di dalamnya berisi 80 butir sediaan farmasi tablet bulat berwarna putih diduga jenis obat Tramadol yang disimpan dalam tas pinggang warna merah selendang hitam. Atas perbuatanya melanggar pasal 196 Jo pasal 198 UU RI no. 36 tahun 2009 tentang kesehatan diancam pidana 10 tahun penjara, dengan denda paling banyak Rp1 milyar,” kata Bismo.*

 

Baca pula : Oknum Wartawan Peras Pengusaha Bolu Ciamis

 


Berita Terkait