Keluhkan Nasib, PKL Curhat ke Dewan Soal Penertiban di Taman Kota

Selasa, 13 Agustus 2019 20:41 Eris Kuswara Parlemen

Keluhkan Nasib, PKL Curhat ke Dewan Soal Penertiban di Taman Kota


Koropak.co.id - Perkumpulan Pedagang Masyarakat Kota Tasikmalaya (Pepmatas) mengadukan nasibnya yang terusir dari Area Batu Andesit, Taman Kota Tasikmalaya, kepada DPRD Kota Tasikmalaya dalam audiensi yang digelar di Ruang Banmus DPRD Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (13/8/2019).

Terusirnya PKL yang sebelumnya berjualan di kawasan Taman Kota Tasikmalaya tersebut merupakan dampak kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya yang memberlakukan jalur baru di pusat kota, tepatnya di jalan andesit yang berada di antara Masjid Agung dan Taman Kota Tasikmalaya yang sebelumnya difungsikan sebagai pedestrian.

Pembina Pepmatas Ir. H. Nanang Nurjamil mengatakan setelah digelarnya audiensi, pihaknya akan menunggu konfirmasi dari Wakil Ketua DPRD Kota Tasikmalaya, Muslim M.Si yang akan berkoordinasi dengan Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya terkait relokasi sementara dari kawasan batu andesit sekitar Taman Kota Tasikmalaya.

"Untuk pedagang kuliner sementara akan dipindahkan di bahu kiri dan kanan Masjid Agung Kota Tasikmalaya, sedangkan pedagang mainan akan menunggu hasil dari koordinasi antara Pemkot Tasikmalaya dengan Pemkab Tasikmalaya. Apabila diizinkan, semua pedagang akan dipindahkan jalur depan Gedung Eks Pemkab Tasikmalaya yang sekarang sudah menjadi jalan dengan tembusan dari Jalan Mayor Utarya," katanya.

Nanang mencatat, saat ini ada 185 PKL yang terregister yang berjualan di kawasan sekitar batu andesit Taman Kota Tasikmalaya. Jika digabung dengan jumlah pedagang yang tidak terregister bisa mencapai 300 pedagang. Plus 96 PKL gerobak kuliner.

"Jika dikalkulasikan, perputaran rupiah di kalangan PKL ini bisa mencapai Rp 1 milyar. Kami harapkan dalam mengusir PKL, pemerintah jangan sekedar main usir saja, tapi berikan solusinya harus bagaimana. Jadi, lain kali kalau mau menerapkan kebijakan, ajak bicara dulu para pedagang, jangan main terapkan kebijakan, pikirkan juga bagaimana nasib para pedagang yang sekarang terkatung-katung karena tidak menafkahi keluarganya akibat tidak bisa berdagang di kawasan tersebut," ujarnya.

 

 

Koropak.co.id - Keluhkan Nasib, PKL Curhat ke Dewan Soal Pengusiran di Taman Kota (2)

 

Baca : Pemerintah Tidak Konsisten, Penataan PKL Tak Kunjung Tuntas

 

Nanang juga menegaskan agar pemerintah jangan hanya menyalahkan PKL saat terjadi kemacetan. Karena pada faktanya, alih fungsi apotek jadi klinik yang berada di sebrang Masjid Agung Kota Tasikmalaya menimbulkan masalah baru yakni parkir yang memakan separuh badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan.

"Begitu juga rumah makan yang berada di belakang Masjid Agung Kota Tasikmalaya yang tidak memiliki lokasi parkir sehingga untuk parkir para pelanggannya harus memakan bahu jalan. Otomatis menyebabkan kemacetan," ucap Nanang.

Sebetulnya, kata Nanang, adanya penertiban PKL di kawasan batu andesit diakibatkan inkonsistensi supervisi dari Pemkot Tasikmalaya, karena sudah menjadi kebiasaan pemerintah, saat sudah menumpuk baru ditertibkan.

 

 

Koropak.co.id - Keluhkan Nasib, PKL Curhat ke Dewan Soal Pengusiran di Taman Kota (3)

 

Baca : Perputaran Uang Hingga 1 Milyar, Dewan Sebut PKL Pahlawan Ekonomi

 

"Itulah kebiasaan pemerintah, saat baru satu atau dua pedagang dibiarkan, sedangkan sudah menumpuk baru ditertibkan. Sementara itu, PKL di Cihideung yang jelas-jelas sudah karut marut tidak kunjung ditertibkan. Oleh sebab itu, kami di jajaran Pepmatas, memiliki perencanaan-perencanaan untuk penataan PKL, jika kami dipercaya kami siap dilibatkan dalam menata PKL se-Kota Tasikmalaya," ujarnya.

Ditambahkan Nanang, sempat ada usulan untuk memindahkan PKL ke Kompleks Dadaha. Hanya saja tidak efektif karena kawasan tersebut gelap dan sepi. Jika memang benar hendak dijadikan sentra PKL, harusnya dibuat penerangan di beberapa titik gelap, dan dibangun keramaian sebagai Ant Magneting atau magnet semut, sentra keramaian orang, baru PKL-nya direlokasi.

"Oleh sebab itu, kami usulkan relokasi PKL ke Gedung Eks Pemkab. Jadikan gedung tersebut sebagai Pasar Rakyat Sukapura, dengan dibangun 6 lantai, yang termasuk parkir kendaraan masyarakat yang akan berbelanja ke kawasan HZ Mustofa," tuturnya.*

 

Lihat : Keluhkan Nasibnya, PKL Taman Kota Datangi DPRD Kota Tasikmalaya

 


Berita Terkait