Kemerdekaan Bangsa Indonesia Bukan Hadiah Kolonial

Sabtu, 17 Agustus 2019 23:59 D. Farhan Kamil Daerah

Kemerdekaan Bangsa Indonesia Bukan Hadiah Kolonial

"Sementara hari ini, kita yang
memperingati dan menikmati kemerdekaan,
tidak pernah ikut berjuang bersama
para pahlawan yang telah berkeringat
dan berdarah-darah melawan para penjajah.
Sebab kita dilahirkan di masa yang berbeda"

 

Koropak.co.id - Demikian hal itu diutarakan Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto dalam upacara memperingati HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-74 di lapangan Setda Kabupaten Tasikmalaya, Jalan Raya Baypass Bojongkoneng Singaparna, Sabtu (17/8/2019).

Kemerdekaan bangsa ini tidak dibeli dengan harga dipinta, tidak pula dibayar dengan harga "hatur nuhun". Kemerdekaan bangsa ini juga bukan kado perpisahan dari kolonial Belanda atau cinderamata "tawis kaheman" dari pemerintah Jepang.

"Kemerdekaan bangsa ini telah dibeli dengan harga sangat mahal. Dengan cucuran air mata, keringat, darah bahkan nyawa. Para pejuang telah mengorbankan segalanya dengan ikhlas dengan satu tujuan, bangsa yang merdeka," tutur Ade.

 

Koropak.co.id - Kemerdekaan Bangsa Indonesia Bukan Hadiah Kolonial

 


Baca : Tumbuhkan Semangat Juang Adalah Tugas Bangsa Selanjutnya

Bagi generasi kita hari ini lanjut Ade, perjuangan itu belum selesai. Saat ini semua sama-sama berkewajiban untuk terus berjuang dan berjuang, hanya dalam konteks yang berbeda yakni mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

"Tidak ada satu pun bangsa di dunia ini yang semajemuk bangsa Indonesia. Tetapi mampu mempersatukan diri dalam bingkai NKRI. Bangsa kita adalah bangsa yang berkarakter, berakhlak mulia dan berkepribadian luhur. Kemajemukan dan keberagaman tidak menjadi alasan untuk mentolelir perpecahan," tuturnya.

Alangkah naifnya tegas Ade, jika disaat bangsa ini kian maju dan kokoh, ada pihak-pihak yang mencoba mencabik-cabik persatuan dan kesatuan bangsa.

Lebih lanjut Ade menyebutkan, Kabupaten Tasikmalaya saat ini masih dihadapkan dengan problematika kehidupan sosial kemasyarakatan. Seperti kemiskinan, layanan kesehatan dan pendidikan serta infrastruktur perdesaan yang sedang terus dibenahi secara bertahap.

"Meskipun dalam kondisi seperti ini, kita masih berkeyakinan bahwa semua itu bisa diatasi apabila kita semua melangkah ke arah yang sama. Kata kuncinya adalah pengabdian terbaik untuk Kabupaten Tasikmalaya," ucapnya.*


Baca : Kebakaran di Lahan Kosong Gebu Tasikmalaya Warnai HUT Kemerdekaan RI