Gegara Tak Dikasih Uang Rp 10 Ribu, Anak Tendang Kepala Ibu Kandung

Kamis, 22 Agustus 2019 18:13 Eris Kuswara Nasional

Gegara Tak Dikasih Uang Rp 10 Ribu, Anak Tendang Kepala Ibu Kandung

 

 

Koropak.co.id - Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang anak yang menendang kepala ibu kandungnya sendiri di Surabaya dan mendadak viral di media sosial. Diketahui si anak dalam video itu tega menyakiti ibunya sendiri dikarenakan emosi tidak diberikan uang sebesar Rp 10.000.

Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya Aditama mengatakan, anak dalam video tersebut meminta uang Rp 10.000 kepada ibunya, namun sang ibu tidak memberikan karena tidak mempunyai uang. Namun, meskipun sudah disakiti sang ibu yang sedang sakit jantung, tetap tidak tega apabila  anaknya harus berurusan dengan polisi. Bahkan sang ibu meminta agar anaknya tidak ditahan.

"Pada Selasa malam, sudah kami mintai keterangan, hanya saja ibu pelaku meminta agar anaknya jangan ditahan. Maka kami pun menjawab tidak karena kita sedang melakukan pemeriksaan saja. Dikarenakan aksi yang dilakukan pelaku ini sedang viral, ditambah lagi Ibunya juga kan sedang sakit jantung," kata Rendy.

 

Baca : Viral! Video Suara Teriakan Korban Tsunami Palu Hebohkan Netizen

 

Mendengarkan permintaan dari orangtua pelaku, pada akhirnya pihak kepolisian setempat pun datang kembali dan memintai keterangan lebih lanjut.

"Karena ibu bilangnya seperti itu, maka kami mengatakan kepadanya bahwa besok akan datang lagi. Karena kami hanya meminta  keterangan saja dan tidak kami tahan. Kemudian pada Rabu pagi kami jemput pelaku dan kami mintai keterangan," ujarnya.

Setelah berhasil dimintai keterangan, didata ditambah lagi adanya permintaan dari pihak keluarga, maka pada akhirnya sang anak tidak ditahan. Namun dia harus membuat surat pernyataan agar dia tidak mengulangi perbuatan yang serupa di kemudian hari. Setelah dikembalikan kepada pihak keluarga, sang anak pun menyesal dan menangis di hadapan polisi dan pihak keluarga.           

"Kami meminta kepada sang anak untuk  membuat surat pernyaataan. Ini akan menjadi kejadian pertama dan terakhir baginya, karena jika dia sampai mengulangi kembali perbuatannya meskipun kakak dan ibunya  mencoba untuk mediasi, tidak akan bisa  karena tindakan yang dilakukan itu ada unsur pidananya. Kemudian setelah itu kami bisa melepasnya," ujarnya.*

 

Baca pula : Video Viral Banjir Menerjang Jemaah Haji di Mina Hebohkan Netizen

 

 


Berita Terkait