Beradu Roket dan Balon di Langit Pameungpeuk Garut

Senin, 26 Agustus 2019 14:59 Dedi Sofwan Nasional

Beradu Roket dan Balon di Langit Pameungpeuk Garut

 

 

Koropak.co.id - Lomba Roket bertajuk Kompetisi Muatan Roket dan Roket Indonesia (Komurindo) kali ke-11 dan Kompetisi Muatan Balon Atmosfer (Kombat) kali ke-5 sukses digelar Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Lomba Roket yang dihelat di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfer Garut, Jalan Cilauteureun Pameungpeuk, Garut, Jawa Barat pada Sabtu (24/8/2019) dan Minggu (25/8/2019) tersebut turut menggandeng Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), dan Pemerintah Kabupaten Garut yang merupakan rangkaian puncak peringatan Hari Keantariksaan yang jatuh pada 6 Agustus 2019, Hari Ulang Tahun ke-56 LAPAN, dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-24.

Dikonfirmasi Koropak, Senin (26/8/2019), Kepala LAPAN RI Prof. DR. Thomas Djamaluddin menuturkan lomba Komurindo dan Kombat merupakan salah satu upaya untuk menumbuhkembangkan kecintaan dan minat generasi muda terhadap teknologi penerbangan dan antariksa.

"Berbeda dengan tahun sebelumnya, mulai periode kali ini, LAPAN melaksanakan Kombat dan Komurindo setiap dua tahun sekali. Tujuannya, untuk lebih mengoptimalkan persiapan peserta sehingga diperoleh hasil yang lebih berkualitas," katanya.

Adapun jenis kompetisi terbagi dalam tiga kategori, yaitu Muatan Roket dengan tema Pemantauan Grafis Sikap Luncur Roket Uji Muatan dalam Visualisasi Odometri Tiga Dimensi (3D odometry graphics visualization). Wahana Sistem Kendali dengan tema Perancangan Wahana Dengan Propulsi Electric Ducted Fan (EDF) dan sistem kendali untuk mencapai sasaran secara horizontal. Serta Muatan Balon Atmosfer dengan tema Kombat Rawinsonda for Tropopause Observation.

"Komurindo merupakan wadah untuk meningkatkan kreativitas mahasiswa dalam melakukan rancang bangun, uji fungsional, sampai dengan uji terbang roket, terutama melalui pemahaman terhadap perilaku roket dan fungsi muatan," tuturnya.

 

Koropak.co.id - Beradu Roket dan Balon di Langit Pameungpeuk Garut (2)

 

Baca : Prodi Aeronautika dan Astronautika

Hasil rancangan tersebut, kata Thomas, diharapkan bisa menjadi cikal bakal lahirnya satelit Indonesia dan Roket Pengorbit Satelit (RPS) hasil karya bangsa Indonesia secara mandiri. Sedangkan wahana sistem kendali, dalam skala yang lebih canggih lagi dapat dikembangkan menjadi cikal bakal roket kendali dan sistem kendali untuk RPS.

"Kombat diselenggarakan untuk memacu minat mahasiswa dalam mengembangkan ilmu dan perekayasaan teknologi pengamatan atmosfer dengan wahana balon sonde dan radiosonde. Peserta juga dapat mengembangkan instrumen pengamatan untuk penelitian atmosfer," ujar Thomas.

Hal yang menarik, ucap Thomas, peserta dapat memperdalam pengujian sistem pengukuran atmosfer berbasis telemetri. Peserta dilibatkan dalam melakukan pengamatan atmosfer untuk mengukur parameter tekanan udara, temperatur, dan kelembaban.

"Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu memupuk rasa persatuan, kesatuan, dan nasionalisme untuk menjaga martabat dan kedaulatan NKRI melalui penguasaan teknologi penerbangan dan antariksa," ujar Thomas.*

 

Baca pula : Indonesia Kembali Akan Disinggahi Gerhana Bulan