Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua, Polisi Periksa 16 Saksi

Selasa, 27 Agustus 2019 18:51 Eris Kuswara Nasional

Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua, Polisi Periksa 16 Saksi


Koropak.co.id - Terkait kasus ujaran rasialisme kepada mahasiswa Papua yang terjadi di Asrama Mahasiswa Papua (AMP) Jalan Kalasan Surabaya, Jawa Timur, pihak kepolisian telah memeriksa 16 saksi. Dalam kasus ini, kepolisian juga menegaskan akan segera menetapkan tersangka.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Koropak, Selasa (27/8/2019) Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, pihak kepolisian hingga kini masih melihat terlebih dahulu hasil pemeriksaan. Jika masih kurang, maka tidak menutup kemungkinan akan dilakukan kembali pemanggilan saksi lainnya.

"Hingga saat ini kami masih melihat perkembangan pemeriksaan, apa sudah cukup atau belum jelasnya, jika kurang maka kami akan gelar lagi," kata Barung.

Ditambahkan Barung, kepolisian Jawa Timur masih melakukan penyidikan yang mendalam. Sehingga, jika dirasakan alat bukti dan hasil pemeriksaannya sudah mencukupi, maka pihaknya akan segera mengumumkan penetapan tersangka. Tidak hanya itu saja, dia juga meminta masyarakat untuk tetap bersabar. Dikarenakan proses penyidikan sedang berlangsung dan kasus ini sudah menjadi perhatian penyidik.

 

Koropak.co.id - Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua, Polisi Periksa 16 Saksi (2)

 

Baca : Lembaga Masyarakat Adat Papua Harap Negara Hukum Oknum Rasis

"Masih diadakan penyidikan untuk bisa menetapkan langkah selanjutnya yaitu salah satunya adalah menetapkan tersangka. Pasti nanti akan ada tersangka, tentunya dengan alat bukti sesuai KUHAP," ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan mengatakan Kepolisian telah memeriksa 16 saksi dan pemeriksaannya dimulai dari Sabtu (24/8/2019) dengan memeriksa 9 saksi dari organisasi kemasyarakatan, petugas kecamatan dan masyarakat setempat. Sedangkan untuk hari kemarinnya, pihak kepolisian telah memeriksa 7 orang.

"Ada 7 orang yang telah diperiksa kemarin dan kita lihat saja nanti hasil penyidikannya. Kami masih menunggu perkembangannya barulah nanti kami akan sampaikan. Semoga nanti ada perkembangan dari kasus ini, nanti kami akan sampaikan secara terbuka," kata Luki.*

 

Baca pula : Buntut Penangkapan Mahasiswa Papua, Manokwari Rusuh

 


Berita Terkait