Polisi Telah Tetapkan Tersangka Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua

Kamis, 29 Agustus 2019 17:21 Eris Kuswara Nasional

Polisi Telah Tetapkan Tersangka Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua

 

Koropak.co.id - Setelah dilakukan penyidikan lebih lanjut, pada akhirnya pihak kepolisian telah menetapkan tersangka terhadap kasus rasialisme mahasiswa Papua. Diketahui, Tri Susanti atau lebih akrab disapa Mak Susi kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penyebaran hoaks dan ujaran kebencian saat dirinya mendatangi Asrama Mahasiswa Papua (AMP).

Dikutip dari Detik, Kamis (29/8/2019) pihak kepolisian berhasil menyita beberapa barang bukti dari tangan koordinator lapangan aksi tersebut. Salah satunya akun media sosial yang saat itu digunakan Mak Susi untuk menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian.

Kepolisian juga turut menyita sebuah video sebagai barang bukti dan screenshot postingan Mak Susi di media sosial serta menyita baju yang dikenakan Mak Susi pada saat melakukan aksi di AMP. Tidak hanya baju, terdapat juga syal dan topi milik Mak Susi yang turut diamankan pihak kepolisian.

 

 

Koropak.co.id - Polisi Telah Tetapkan Tersangka Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua (2)

 

Baca : Kasus Rasialisme Mahasiswa Papua, Polisi Periksa 16 Saksi

 

"Ada beberapa akun serta kumpulan video dari tersangka, bahkan kami juga turut menyita barang bukti berupa baju yang digunakan pada saat kegiatan tanggal 16 Agustus 2019 lalu," kata Kapolda Jawa Timur, Irjen Luki Hermawan, Kamis (29/8/2019).

Ditambahkan Luki, kepolisian juga telah menyita handphone milik Susi yang digunakannya untuk menyebarkan pesan berantai melalui WhatsApp hingga sosial media. Pada saat di AMP, Susi sendiri bertugas sebagai Korlap Aksi.

"Ada 16 saksi yang diperiksa dan yang kedua dia bertugas mengumpulkan berbagai ormas sebagai korlap dan ini juga turut didukung oleh saksi lain. Setelah semuanya berkumpul, dia juga yang menjadi leader di lapangan," ujarnya.

Atas kasus ujaran kebenciannya itu, Tri Susanti dijerat dengan Pasal 45A ayat 2 juncto Pasal 28 ayat 2 UU 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan  Pasal 4 UU 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Rasis dan Etnis dan Pasal 160 KUHP dan Pasal 14 ayat 1 dan/atau ayat 2 dan Pasal 15 KUHP.*

 

Baca pula : Lembaga Masyarakat Adat Papua Harap Negara Hukum Oknum Rasis

 

 

 


Berita Terkait