Sosialisasi PKH di Tasikmalaya Kian Efektif Saat Validasi Calon KPM

Sabtu, 31 Agustus 2019 09:13 Apwina Daerah

Sosialisasi PKH di Tasikmalaya Kian Efektif Saat Validasi Calon KPM

 

Koropak.co.id - Di pengujung Agustus 2019, Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Program Keluarga Harapan (PKH) menjaring calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru. Untuk di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat sendiri, tercatat ada 5.466 calon KPM yang tersebar di setiap kecamatan dengan jumlah berbeda di masing-masing kecamatan.

Setelah menerima data calon KPM, pendamping PKH melakukan pendistribusian Surat Undangan Pertemuan Awal (SUPA) yang di dalamnya berisi berkas-berkas yang harus disertakan sebagai syarat dilakukannya validasi. Pertemuan awal dan validasi inilah yang menjadi bagian dari proses penjaringan calon KPM PKH yang dilakukan di satu tempat secara bersamaan.

Berbeda dengan kebiasaan pada umumnya, pendamping PKH Kecamatan Leuwisari sebagai salah satu kecamatan yang mendapatkan alokasi calon KPM sebanyak 49 orang ini kompak untuk melalukan pertemuan awal dan validasi dengan cara home visit yang dilakukan mulai 27 Agustus 2019.

 

 

 Koropak.co.id - Sosialisasi PKH di Tasikmalaya Kian Efektif Saat Validasi Calon KPM

 

Baca : Mapping Potensi Kecamatan, Strategi Jitu Dorong KPM Mandiri di Tasikmalaya

 

Koordinator PKH Kecamatan Leuwisari, Diki Susandi menuturkan mengingat calon KPM pada umumnya merupakan warga lanjut usia, maka dilakukan untuk pendataan dilakukan home visit, meskipun ada Calon KPM yang memiliki komponen pendidikan dan kesehatan.

“Pendamping Kecamatan Leuwisari sepakat untuk melakukan validasi dengan cara home visit supaya bisa mengetahui langsung keadaan sebenarnya dari calon KPM," ucap Diki, Jumat (30/8/2019).

Tentunya setelah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan dan desa, semua pendamping melakukan home visit. Diharapkan dengan home visit tersebut, data yang didapat pun lebih matang karena benar-benar mengetahui kondisi di lapangan.

Sementara itu, pendamping PKH Kecamatan Leuwisari, Dini Mardiani mengaku banyak kesan yang didapatkan pendamping ketika melakukan validasi home visit tersebut.

“Menyenangkan dan lebih santai, terutama saat validasi dengan calon KPM yang berusia lansia di rumahnya. Saat home visit itulah, tetangganya ikutan berkumpul di rumah calon KPM yang sedang kita data. Tentunya, itu menjadi momen tepat bagi kita untuk memberikan penjelasan mengenai program PKH," kata Dini.

Ditambahkan Dini, validasi dengan cara home visit ini dilakukan untuk memudahkan calon KPM memenuhi setiap tahapan prosesnya. Penjelasan tentang PKH pun dirasa lebih efektif tersampaikan saat dilakukan home visi karena terjadi komunikasi langsung dua arah saat home visit tersebut. Bonusnya, bagi warga yang bukan calon KPM namun berada di sekitar lokasi validasi bisa mendapatkan informasi seputar PKH secara langsung dari para pendamping.*

 

Baca pula : Genjot Perubahan Mindset Penerima PKH, Supervisor Dibekali Kompetensi

 

 


Berita Terkait