Salah Input, Banyak Sekolah di Ciamis Harus Kembalikan DAK

Sabtu, 07 September 2019 15:50 Ahmad Mukhlis Daerah

Salah Input, Banyak Sekolah di Ciamis Harus Kembalikan DAK

 

Koropak.co.id - Pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) banyak yang salah nominal dan tidak sesuai dengan pengajuan dari sekolah penerima DAK. Ada satu sekolah yang kelebihan jumlah uang dan ada sekolah lain yang kekurangan uang. Akibat kesalahan input data ini, beberapa sekolah harus mengembalikan uang bank penyalur.

Dikonfirmasi Koropak, Jumat (6/9/2019) Plt. Kepala Dinas Pendidikan Ciamis, Andang Firman membenarkan telah terjadi kesalahan data sekolah penerima DAK. Banyak angka yang tidak sesuai dengan pengajuan. Kesalahan ini tidak merubah sistem kerja dan merugikan sebab bagi sekolah yang kelebihan pembayaran diminta mengembalikan ke bank.

"Kejadian ini masih manusiawi, tapi respons orang sangat heboh padahal sesuai sistem yang ada kesalahan ini bisa diperbaiki. Saya jamin sepekan ini akan tuntas masalah ini," ujar Andang.

Menurut Andang, petugas di Dinas Pendidikan jumlahnya sangat terbatas, sehingga tidak dapat dimungkiri, ada saja kesalahan yang terjadi. Andang menjanjikan ke depan tidak akan terjadi lagi kesalahan tersebut.

"Semua pihak diharapkan bisa saling memahami tidak saling menyalahkan. Para kepala sekolah kalau ada masalah sebaiknya cepat koordinasi bukan malah berbicara ke orang yang tidak ada tugas," ujar Andang.

 

Koropak.co.id - Salah Input, Banyak Sekolah di Ciamis Harus Kembalikan DAK

 

Baca : Bupati Ciamis Tepis Tuduhan Rotasi Tidak Taat Aturan

Kepala SDN 1 Mekarjadi Kecamatan Sadananya Dedi Supriadi Bastion menuturkan kesalahan transfer ke rekening sekolah diakui sangat mengganggu proses pencairan. Akhirnya pihaknya harus bekerja dua kali sebab harus mengembalikan kelebihan uang dan menghambat pembayaran pekerja.

"Saya berharap pihak Dinas Pendidikan memperbaiki kinerja bagian keuangan agar sekolah tidak dibuat bingung. Walau tidak ada kerugian tapi ini menandakan kerja tidak teliti sehingga ada kesan publik kita dianggap tidak profesional," ujar Dedi.*

 

Baca pula : Terkait Rotasi, Dewan Segera Panggil Bupati Ciamis

 


Berita Terkait