Audiensi Memanas, Aktivis Desak Penanggulangan Sungai Ciwulan

Senin, 09 September 2019 20:50 Didit Fauzi Parlemen

Audiensi Memanas, Aktivis Desak Penanggulangan Sungai Ciwulan

 

"Dinas serius tidak menanggapi audiensi kami?

Mana data yang kami minta? Tidak Ada!"

- Ashmansyah Timutiah -

 

 Koropak.co.id - Audiensi dari gabungan 50 organisasi, mulai organisasi mahasiswa yang terdiri atas BEM Tasikmalaya, HMI, PMII, dan KAMMI, organisasi pecinta alam FKPAT, Karang Taruna, Komunitas Cermin, Republik Aer, dan organisasi lainnya yang tergabung dalam Forum Tasikmalaya Penyelematan Sungai Ciwulan (Fortas Tai) yang digelar di DPRD Kota Tasikmalaya, Senin (9/9/2019) berlangsung panas.

Aktivits dari Fortas Tai meminta data dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya, namun tidak dipenuhi. Aktivis menilai dinas tidak serius menanggapi audiensi ini karena tanpa persiapan dan tanpa membawa data terkini sedikitpun.

"Dinas ini serius tidak menanggapi audiensi kami? Kami meminta data-data teknis terkait Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), kebijakan pengendalian Daerah Aliran Sungai (DAS), kriteria kerusakan DAS, serta Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPLLH), tapi mana buktinya, mana datanya, nihil!," kata Ashmansyah yang akrab disapa Acong.

 

Koropak.co.id - Audiensi Memanas, Aktivis Desak Penanggulangan Sungai Ciwulan 2

 

Baca : Terkait Pencemaran Lingkungan, Dewan Sudah Sering Ingatkan Pemerintah

 

Dikatakan Acong, dalam audiensi tersebut, Fortas Tai juga meminta data terkait baku mutu air limbah di Kota Tasikmalaya, data industri yang berlokasi di bantaran sungai, strategi sanitasi Kota Tasikmalaya, hingga data inventaris fasilitas pengelolaan sampah di Kota Tasikmalaya, tapi sama sekali tidak ada.

"Sungai Ciwulan sudah sangat tercemar tapi dinas terkait tidak bisa menjelaskan permasalahannya dan rencana tindaklanjutnya. Mereka terus berkelit sedang menunggu uji lab atas sampel air Sungai Ciwulan dan mereka menjanjikan hasil penelitian yang akan beres setelah dua minggu dari sekarang. Oke, kita akan tunggu," ucapnya.

Terkait audiensi pada Rabu (11/9/2019) mendatang yang direncanakan akan menghadirkan seluruh dinas terkait, Acong mengaku akan mengikuti audiensi kembali demi menemukan jawaban atas rencana tindaklanjut penanggulangan masalah Sungai Ciwulan.

"Kondisi Sungai Ciwulan sangat memprihatinkan. Air sungai tercemar limbah dan sampah. Ini adalah bukti pemerintah tidak bekerja dengan serius dalam melestarikan sungai. Kami inginkan Sungai Ciwulan bisa kembali bersih agar bisa dipakai minum, mencuci dan memenuhi kebutuhan lain seperti dahulu, sebab sungai merupakan salah satu sumber peradaban manusia," kata Acong.*

 

Baca pula : Dewan Kecewa Implementasi Perda Izin Lingkungan Nihil

 


Berita Terkait