Pencemaran Sungai Ciwulan Tasikmalaya Harus Diusut Tuntas

Selasa, 10 September 2019 22:44 D. Farhan Kamil Parlemen

Pencemaran Sungai Ciwulan Tasikmalaya Harus Diusut Tuntas

 

Koropak.co.id - Gabungan 51 organisasi penggiat lingkungan di Tasikmalaya, kembali menyuarakan aspirasinya di hadapan eksekutif dan anggota legislatif Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (10/9/2019), setelah sebelumnya melakukan aksi serupa di gedung DPRD Kota Tasikmalaya.

Puluhan masa yang mengatasnamkan Fortas TAI ini diterima langsung oleh Ketua dan Wakil Ketua DPRD sementara, Haris Somantri dan Ami Fahmi di ruang serbaguna DPRD dengan menghadirkan pihak dari Kantor Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP) Kabupaten Tasikmalaya.

Masa menuntut pemerintah daerah bertindak tegas dalam menangani persoalan pencemaran yang terjadi di aliran Sungai Ciwulan yang sekian lama telah meresahkan masyarakat baik di wilayah Kabupaten maupun Kota Tasikmalaya.

 Koropak.co.id -Pencemaran Sungai Ciwulan Tasikmalaya Harus Diusut Tuntas (3)

 


Kordinator aksi, Asmansyah Timutiah (Acong) mengatakan, kedatangan aktifis penggiat lingkungan hidup ini tidak lain untuk menuntut Pertanggungjawaban pihak pemerintah atas kasus pencemaran aliran air sungai Ciwulan.

"Kami tidak mau berdebat dengan pemerintah terkait akar persoalan terjadinya pencemaran sungai yang menurut pihak LH akibat pembuangan limbah industri rumahan, pabrik atau industri dan sampah yang dibuang masyarakat bahkan adanya galian pasir di hulu sungai. Kami kesini butuh tindakan nyata pemerintah," kata Acong.

Ia mengaku kecewa dengan jawaban pemerintah yang dinilai ngawur dan kabur, apalagi terkait hasil uji laboratorium dari sample air sungai yang awalnya menyebutkan bisa terlihat setelah lima hari, tetapi kini muncul angka 14 hari.

"Kami mendesak, pemerintah membentuk tim investigasi khusus untuk mengusut kasus pencemaran sungai Ciwulan. Mereka sebagai pemerintah harus bertanggung jawab, atau mundur," ujarnya.

 

Koropak.co.id -Pencemaran Sungai Ciwulan Tasikmalaya Harus Diusut Tuntas

 

Seketaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, H. Utang Ruswandi mengaku, penyumbang terbesar pencemaran ke aliran Sungai Ciwulan adalah sampah domestik hingga mencapai 70-80 persen, yang datang dari rumah tangga, industri serta tempat usaha tidak berijin.

"Karena tidak berijin, kita menemukan kesulitan tersendiri untuk menindak atau menegur secara kedinasan. Pada akhirnya pendekatan persuasif dengan cara mengajak masyarakat agar tidak membuang limbah atau sampah. Itu yang memungkinkan untuk kita lakukan," ucapnya.

Sementara itu, Kasi Perencanaan dan Kajian Dampak Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tasikmalaya, Farhan mengatakan, sejak tahun 2010 pihaknya secara rutin melakukan pemantauan kualitas air sungai Ciwulan secara rutin.

Adapun dalam hal kasuistik seperti kemarin, LH telah melakukan uji sampel ke laboratorium. Hasil uji lab tersebut akan dianalisis untuk dijadikan dasar kebijakan pemerintah.

"Mudah-mudahan Jumat besok, hasil uji lab dari Bandung sudah kita terima untuk kita analisis," kata Farhan.*

 

Baca :  Audiensi Memanas, Aktivis Desak Penanggulangan Sungai Ciwulan

 

 


Berita Terkait