Terungkap! Masih Banyak Kendaraan Dinas di Garut Nunggak Pajak

Kamis, 12 September 2019 23:59 Dedi Sofwan Daerah

Terungkap! Masih Banyak Kendaraan Dinas di Garut Nunggak Pajak

 

Koropak.co.id - Kapolres Garut, AKBP Budi Satria Wiguna memimpin konferensi pers hasil Operasi Patuh Lodaya 2019 yang dilaksanakan oleh Satlantas Polres Garut.

Konferensi pers yang berlangsung di Mako Polres Garut, Jalan Sudirman Nomor 204, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (12/09/2019) tersebut membeberkan hasil-hasil operasi yang digelar sejak 29 Agustus 2019 sampai 11 September 2019.

Kapolres Garut menyampaikan hasil dari pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 meliputi tilang 5.465 tindakan dan teguran sejumlah 2.225 tindakan. Untuk barang bukti yang telah disita mencakup SIM sebanyak 1.417 keping, STNK 3.854 surat, kendaraan roda dua 163 unit dan roda empat 31 unit.

"Kendaraan yang terlibat pelanggaraan meliputi sepeda motor sebanyak 4.525 unit, mobil penumpang 555 unit, mobil bus 59 unit dan mobil barang 326 unit. Adapun profesi pelaku pelanggaran yakni PNS 238 orang, karyawan swasta 2.789 orang, pelajar atau mahasiswa berjumlah 1.377 orang, pengemudi atau supir 120 orang, dan lainnya 941 orang," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Terungkap! Masih Banyak Kendaraan Dinas di Garut Nunggak Pajak (2)

 

Baca : Polres Garut Gelar Operasi Lodaya di Jalan Ahmad Yani

Menurut Kapolres, hasil dari pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2019 mengalami kenaikan 166 persen dari tahun sebelumnya.

"Pelanggaran yang mendominasi pengguna roda dua yakni tidak menggunakan helm 2.691 pelanggaran, dan berkendara di bawah umur 549 pelanggaran. Padahal setiap saat dilakukan sosialisasi terhadap pelajar, masyarakat umum dan pegawai, terkait kesadaran hukum dan keselamatan berkendara serta berlalulintas," ucapnya.

Dijelaskan Kapolres, mengenai kendaraan dinas, tentunya dinas terkait telah menyiapkan anggaran untuk pajak kendaraannya, akan tetapi pada kenyataannya masih ditemukan STNK yang pajaknya mati, termasuk pajak plat yang berlaku lima tahun.

"Kami berharap ke depan jangan hanya waktu ada operasi saja masyarakat patuh terhadap hukum, lalu habis operasi kambuh lagi. Tetapi harus setiap saat taat hukum demi keselamatan dirinya dan pengguna kendaraan lainnya," ujarnya.*

 

Baca pula : Inilah Hasil Operasi Patuh Lodaya 2019 Polres Garut

 


Berita Terkait