Sidang Tipikor Hadirkan 2 Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Senin, 16 September 2019 19:33 D. Farhan Kamil Daerah

Sidang Tipikor Hadirkan 2 Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Mantan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2014-2019, Deni Sagara diperiksa sebagai saksi kasus korupsi dana desa Sukahening kabupaten Tasikmalaya dengan terdakwa adiknya Farid Gozali dan mantan kades Sukahening Uwon Dartiwan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/9/2019).

Selain Deni Sagara, dua anggota aktif DPRD Kabupaten Tasikmalaya, yakni AH dan DD juga dihadirkan dan menjadi saksi dalam kasus korupsi.

Dalam persidangan sebelumnya, sebagaimana diungkap Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tasikmalaya, Yayat Hidayat, dari hasil pemeriksaan di persidangan terungkap dana bantuan desa untuk desa Sukahening pada tahun 2017 mencapai Rp 2,1 miliar.

Dana tersebut kemudian dipotong untuk anggota dewan sebesar 30 persen dari jumlah keseluruhan. Termasuk dana untuk rumah tidak layak huni sebesar Rp 15 juta, dipotong untuk anggota dewan 30 persen. Sesuai fakta persidangan saksi-saksi membeberkan, Deni Sagara berperan dalam meloloskan bantuan untuk desa tersebut sebesar 2 miliar. Karena jasa itulah, dewan minta bagian 30 persen.

 

Koropak.co.id - Sidang Tipikor Hadirkan 2 Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya (2)

 

Baca : Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Kabupaten Tasikmalaya Disidangkan


Hakim ketua Dahmi Wirda menyatakan adanya pemberian uang Rp 247 juta kepada Deni Sagara lewat adiknya Farid Gozali yang kini menjadi terdakwa. "Apakah Anda menerima uang tersebut," tanya Hakim Ketua kepada Deni Sagara yang dijawab tidak tahu dan tidak menerima uang tersebut.

Jawaban serupa diutarakan Deni Sagara, ketika dirinya ditanya soal adanya pembangunan Lapang Jati yang berada persis di dekat rumahnya lalu bermasalah karena dana yang dikucurkan besar, tapi tidak sesuai.

Deni mengaku tidak tahu persis. “memang ada pembangunan tapi saya tidak tahu persis mengenai dana dan sebagaianya,” tutur Deni Sagara.

Sementara Hakim anggota Muhamad Razad pun menyoroti adanya pemberian uang untuk anggota dewan dari proyek dana desa. “Dari saksi yang sebelumnya sudah jelas, ada pemberian uang untuk anggota dewan melalui Fariz Gozali,” ujarnya. Lagi-lagi Deni Sagara pun menjawab tidak tahu.


Baca : Kades di kabupaten Tasikmalaya Dijebloskan Ke Penjara


Atas jawaban yang diutarakan saksi Deni Sagara, hakim meminta agar saksi Lani bendahara desa dihadirkan untuk dikonfrontasi dengan Deni Sagara. Alhasil, dalam persidangan tersebut Lani bersama kades Uwon telah memberikan uang sebesar Rp 247 juta kepada Deni Sagara melalui adiknya Farid Gozali.

"Benar saya telah memberikan uang kepada Farid Gozali di rumah Deni Sagara sebagai potongan 30 persen untuk anggota dewan Deni Sagara," ujar Lani.

Meskipun sudah ada pengakuan langsung dari mantan kades dan bendahara Desa Sukahening, baik Deni Sagara maupun Farid tetap membantah. Mereka mengaku tidak tahu. 

Berbeda dengan Deni Sagara, saksi anggota dewan lainnya yakni AH dan DD mengakui adanya pemberian uang dari potongan proyek desa sebesar 30 persen. Bahkan AH menyebut yang memberikannya Kades Uwon Dartiwa, namun oleh AH uang tersebut dipakai untuk penerangan jalan umum. “Meski begitu sebagai bentuk tanggungjawab saya mengembalikan kerugian negara kepada jaksa sebesar Rp 9 juta,” kata AH. *


Baca : FAG Bantah terima Aliran Dana Dari Kades

 


Berita Terkait