Polisi Temukan Kasus Curanmor dan Pemalsuan STNK

Senin, 16 September 2019 22:46 D. Farhan Kamil Daerah

Polisi Temukan Kasus Curanmor dan Pemalsuan STNK

 

Koropak.co.id - Satuan Lalu Lintas Polres Tasikmalaya, berhasil mengungkap sejumlah kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), selama pelaksanaan operasi patuh lodaya yang digelar sejak tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 lalu.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra, S.IK mengatakan, kasus curanmor terungkap ketika melakukan operasi patuh di wilayah Kecamatan Sukaraja. Saat diberhentikan, pengendara tidak bisa menunjukan STNK maupun SIM. "Kita telusuri dari mana asal muasal kendaraan tersebut. Dan ternyata motor jenis matik berwarna merah itu masuk dalam Laporan Polisi (LP) di Polsek Sukaresik wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota," kata Dony, Senin (16/9/2019).

Dari data kepolisian, motor matic tersebut hilang sejak lima bulan lalu. "Sekarang dilimpahkan kepada Polsek Sukaresik, karena disana ada LP-nya Kapolres Tasikmalaya AKBP. Doni Eka Putra, Senin (16/9/2019).

 

Koropak.co.id - Polisi Temukan Kasus Curanmor dan Pemalsuan SNTK  (2)

 

Baca : Terungkap!, Masih Banyak Kendaraan Dinas di Garut Nunggak Pajak

 

Selain, menemukan adanya kendaraan hasil pencurian, melalui operasi patuh ini pun, jajaran Satlantas Polres Tasikmalaya menemukan pemalsuan dokumen kendaraan berupa STNK palsu yang terbaca dari ketidakadaan hologram kapoolisian dan pita pengamanan STNK.

"Saat ini juga ada 46 kendaraan yang masih ditahan karena pemiliknya tidak dapat menunjukan STNK maupun BPKB," ujar Dony.

Menurutnya, selama operasi patuh lodaya, tercatat sedikitnya ada 2.593 pelanggaran. Dari jumlah pelanggaran itu didominasi oleh pengendara sepeda motor sebanyak 1.604 pengendara. Sisanya adalah pengemudi kendaraan roda empat hingga enam.

"Dari jumlah 2.593 itu, sebanyak 1.834 pelanggaran dijatuhi penilangan. Sedangkan 759 pelanggaran hanya diberikan teguran untuk tidak mengulangi kesalahan kembali," ucapnya. *

 

Baca : BNI Diduga Lakukan Penagihan Atas Kredit Bodong Di Garut