Mantan Kades Sukahening Sesalkan Pernyataan Mantan Anggota Dewan

Selasa, 17 September 2019 10:26 D. Farhan Kamil Daerah

Mantan Kades Sukahening Sesalkan Pernyataan Mantan Anggota Dewan


Koropak.co.id - Dalam sidang kasus korupsi dana desa Sukahening yang disidangkan di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (16/9/2019), mantan Kades Sukahening, Uwon Dartiwan menyayangkan jawaban-jawaban saksi Deni Sagara atas seluruh pertanyaan hakim dan jaksa.

Deni Sagara yang dihadirkan dalam persidangan kasus korupsi tersebut, terus menyatakan tidak tahu dan tidak menerima uang.

"Saya minta saksi tidak berbohong. Karena dari awal dia mengetahui dana potongan 30 persen dari proyek," katanya Uwon.

Uwon pun kembali mengemukakan bahwa Deni Sagara adalah koordinator dari anggota dewan, dan dia paling aktif untuk mengurus kesana kesini termasuk adanya permintaan uang 30 persen dari dana desa untuk anggota dewan.

"Kok sekarang menjawab tidak tahu dan tidak menerima, jadi uang tersebut diterima mahluk gaib, yang benar saja,” tegas dia.

Nampak di persidangan tersebut saksi Deni Sagara mantan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya periode 2009-2014 itu, menjadi bulan bulanan hakim dan jaksa, karena dia hanya menjawab tidak tahu.

Padahal berdasarkan fakta persidangan sebelumnya, seluruh saksi menyebutkan, Deni Sagara berperan dalam meloloskan bantuan untuk desa tersebut sebesar 2 miliar. Karena jasa itulah, dewan minta bagian 30 persen. Bahkan saksi Lani sebagai bendahara desa mengungkapkan aliran potongan dana 30 persen.


Baca : Sidang Tipikor Hadirkan Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya


Seperti diberitakan sebelumnya, mantan Kades Sukahening Kecamatan Sukahening, Kabupaten Tasikmalaya ini, didakwa melakuan tindak pidana korupsi dana desa. Ia terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Dalam dakwaannya, JPU Kejari Singaparna Kabupaten Tasikmayala, Yayat Hidayat menyebutkan, terdakwa melanggar pasal 2 ayat (1) dan pasal 3, Jo Pasal 18 UU RI nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP

Perbuatan melawan hukum yang dilakukan terdakwa dan mengakibatkan negara rugi Rp 878 juta. Terdakwa diduga menyunat anggaran pengerjaan pembangunan TPT (Tembok Penahan Tebing) di Lapang Jati Kampung Kujangsari. Terdakwa juga diduga melakukan pemotongan dari pagu anggaran sebesar 30 persen.

Selain Uwon, dalam berkas terpisah Kejari Singaparna mendakwa Farid Gozali selaku anggota pelaksana teknis di tim pengelola kegiatan (TPK) proyek desa itu dengan dakwaan yang sama.*

 

Baca : Dua Calon Wakil Ade Sugianto Dipanggil PDIP Jawa Barat


Berita Terkait