Dugaan Penagihan Kredit Bodong, BNI Garut Belum Bisa Jelaskan Lebih Lanjut

Selasa, 17 September 2019 20:25 Dedi Sofwan Daerah

Dugaan Penagihan Kredit Bodong, BNI Garut Belum Bisa Jelaskan Lebih Lanjut

 

Koropak.co.id - Menyikapi permasalahan yang menggelembung antara Bank BNI 46 Cabang Garut dengan nasabah atas nama Atang Suparman, warga Jalan Ciwalen Gang Pemuda RT 03/RW 09, Kelurahan Ciwalen Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat, saat dikonfirmasi, pihak Bank BNI 46 Cabang Garut tidak dapat menjelaskan secara lebih mendetail atas kekisruhan tersebut.

Wakil Pemimpin Bidang Layanan Bank BNI 46 Cabang Garut, Lina Herlina Juwita menuturkan pihak yang berhak memberikan penjelasan terkait aliran dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun 2011 hanya pemimpin cabang.

"Pada tahun 2011, saya belum bertugas di Bank BNI 46 Cabang Garut, karena saya mulai kerja di Bank BNI 46 Cabang Garut sejak 2017. Ditambah, saat ini Bank BNI 46 Cabang Garut sedang ada dalam masa peralihan pimpinan cabang yang lama kepada yang baru," kata Lina saat dikonfirmasi Koropak di Bank BNI 46 Cabang Garut, Jalan Ahmad Yani, Garut, Jawa Barat, Selasa (17/9/2019)..

Jadi, ucap Lina, jika ingin memperoleh penjelasan, diharapkan dapat menunggu proses peralihan pemimpin cabang selesai. Artinya menunggu pemimpin cabang yang baru.

"Lagipula masalah ini proses hukumnya sudah berjalan artinya sudah ada pelaporan," ucapnya.

 

Koropak.co.id - Dugaan Penagihan Kredit Bodong, BNI Garut Belum Bisa Jelaskan Lebih Lanjut (3)

 

Baca : BNI Diduga Lakukan Penagihan Atas Kredit Bodong di Garut

Diberitakan Koropak sebelumnya, permasalahan Bank BNI 46 Cabang Garut dengan nasabah atas nama Atang Suparman menggelembung saat Atang Suparman (52) merasa heran karena tiba-tiba didatangi penagih utang dari Bank BNI 46 Cabang Garut, pada 5 April 2018 lalu.

Kedatangan lima orang tersebut bermaksud menagih hutang dan menanyakan kepemilikan tanah berupa kebun karet atas nama Atang Suparman di Kecamatan Cibalong seluas 4 Hektare yang katanya dipakai sebagai jaminan KUR dengan nilai nominal Rp 389.529.000.

"Jelas saya tidak habis pikir, jangankan mengajukan kredit ke Bank, rumah saja masih ngontrak. Saya juga merasa tidak mempunyai sebidang tanah seperti yang ditanyakan oleh pihak Bank BNI 46 Cabang Garut," ucap Atang.*

 

Baca pula : Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Kabupaten Tasikmalaya disidangkan

 


Berita Terkait