Di Garut, Alokasi Anggaran Belum Mencukupi Sistem Sanitary Landfill

Sabtu, 21 September 2019 20:30 Dedi Sofwan Daerah

Di Garut, Alokasi Anggaran Belum Mencukupi Sistem Sanitary Landfill


Koropak.co.id - Peringatan Word Clean Up Day secara serentak dilaksanakan pada Sabtu (21/9/2019) di 157 negara, termasuk di Indonesia. Untuk di Kabupaten Garut, peringatan Word Clean Up Day ditandai dengan aksi pemungutan sampah yang dipusatkan di wilayah RW 06, Kelurahan Muara Sanding, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut Jawa Barat.

Kepada Koropak, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Guriansyah menuturkan aksi pungut sampah tersebut diharapkan bisa menjadi titik awal untuk memahami bahwa kebersihan lingkungan itu sangat penting, terutama menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

Menyoal tentang penanganan sampah yang dilakukan Pemkab Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Guriansyah menjelaskan saat ini pemerintah pusat tidak merekomendasikan sistem open dumping atau sampah ditumpuk tanpa ada pengolahan. Hal tersebut tertuang dalam UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengolahan Sampah.

"Pemerintah pusat akan melakukan teguran terhadap pemerintah daerah jika masih menggunakan sistem open dumping sampai batas waktu tahun 2019 akhir. Saat ini, Pemkab Garut melalui Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut tengah mempertimbangkan beberapa opsi dalam pengolahan sampah, salah satunya pengelolaan sampah dengan sistem Sanitary Landfill," ujarnya.

 

Koropak.co.id - Di Garut, Alokasi Anggaran Belum Mencukupi Sistem Sanitary Landfill (2)

 

Baca : Ribuan Warga Kota Tasikmalaya Terjun di World Clean Up Day 2019

 

Menurut Guriansyah, ada beberapa manfaat dalam pengolahan sampah menggunakan Sanitary Landfill, yakni memudahkan dalam memilah sampah organik dan anorganik. Selain itu, akan mudah pula untuk memilah mana sampah yang masih memiliki nilai ekonomis atau tidak.

"Pengolahan sampah dengan menggunakan sistem Sanitary Landfill membutuhkan dana yang tidak sedikit. Untuk satu TPA saja memerlukan dana sekitar Rp 30 milyar, sedangkan anggaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut untuk tahun 2020 hanya Rp 20 milyar," ucapnya.

Ditambahkan Guriansyah, ada beberapa investor dari luar seperti China dan Jepang yang siap membantu pengolahan sampah tersebut, bahkan dari lokal juga ada. Tetapi sampai saat ini masih dia kaji dan sebelumnya telah disampaikan kepada Bupati Garut, H. Rudy Gunawan.*

 

Baca pula : Ini Pesan Walikota Tasikmalaya Atas World Clean Up Day 2019




Berita Terkait