Festival Kolecer Dan Deklarasi Situs Budaya Cirangkong

Minggu, 22 September 2019 17:35 D. Farhan Kamil Daerah

Festival Kolecer Dan Deklarasi Situs Budaya Cirangkong

 

Koropak.co.id - Berbeda dengan hajat lembur tahun-tahun sebelumnya, dimana acara rakyat yang sengaja digelar dalam rangka mengungkapkan rasa syukur atas limpahan rezeki berupa hasil pertanian dan perkebunan, tahun ini hajat lembur digelar dengan menitikberatkan kepada bagaimana (mupusti tradisi mulasara budaya), memelihara/ melestarikan serta mengembangkan seni Sunda buhun warisan karuhun yang kerap dijadikan media dalam mensyiarkan Islam melalui sentuhan seni tradisional dan budaya.

Wajar jika dalam prosesi hajat lembur kali ini, warga sekitar tak lagi disuguhi atraksi bagaimana para petani berbondong-bondong turun ke sawah, mengolahnya seperti "ngawuluku" dengan diiringi tembang-tembang Sunda atau bahkan puji-pujian kepada sang Pencipta.

Kemudian memperagakan bagaimana cara menanam bibit padi hingga proses panen. Selanjutnya, para petani berderet dengan memikul buah padi hasil panen di pundaknya sembari melantunkan tembang-tembang Sunda penuh suka cita. Setibanya di rumah terbuka (saung), ibu-ibu yang telah menunggu menyambut para pria pembawa padi tadi untuk selanjutnya ditumbuk menggunakan dulang panjang dan halu.

Benturan antara dulang dan halu menghasilkan bunyi-bunyi musik esentrik yang teratur dan menarik.

Hajat lembur yang dipusatkan di Kampung Cirangkong tahun ini, lebih kepada bagaimana menjaga, melestarikan serta memperkenalkan kesenian tradisional yang notabene warisan langsung Eyang Candra Li, karuhun yang hidup di zaman Syeikh Abdul Muhyi Pamijahan, kepada generasi muda dan masyarakat luas," kata Ketua panitia kegiatan, Ahmad Gumilar, Sabtu (21/9/2019).

 

 

koropak.co.id - Festival Kolecer Dan Deklarasi Situs Budaya Cirangkong

 

 

Lihat : Upaya Melestarikan Sini Budaya Sunda

 

Hajat lembur yang digelar tiap tahun ini, selalu ditunggu oleh warga Kampung Cirangkong Desa Cikeusal Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Pasalnya, mereka bisa langsung menyaksikan pagelaran seni tradisional yang dilahirkan oleh kakek buyut dan keturunan mereka yakni Syeikh Candra Li.

Dari pantauan Koropak, dalam hajat lembur yang dihadiri Bupati Tasikmalaya itu, sejumlah kesenian buhun Sunda ditampilkam seperti, Beluk, Terebang Gebes, Terebang Sejak, Tutunggulan, Angklung Buncis, Lais, Syi'iran, Rengkong dan Pencak Silat.

Mengakhiri prosesi hajat lembur, selain memberikan bantuan uang untuk para pegiat seni tradisi Sunda, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto menyaksikan festival kolecer yang dirangkaikan dengan deklarasi situs budaya Cirangkong di Pasir Kijati atau Astana Gede Eyang Candra Li.

"Saya berharap, melalui hajat lembur ini, masyarakat lebih mengenal dekat tentang seni tradisional warisan leluhur sehingga mau menjaga dan memeliharanya serta mengembangkannya menjadi lebih menarik dan memikat banyak orang untuk menyaksikan acara rutin tahunan ini," kata Ade.

Ia juga mengajak warga, agar memaknai setiap atraksi seni yang selain mengandung unsur hiburan juga sarat dengan nilai-nilai syukur kepada Sang Khaliq yang maha memberi. "Kekayaan budaya Sunda sungguh luar biasa yang patut untuk terus kita lestarikan. Melestarikannya adalah sebuah keniscayaan," ucapnya.*

 

Baca : Berdayakan Masyarakat, Gali Potensi Warga Kampung Cirangkong

Lihat : Kampung Cirangkong Berbenah Geliatkan Perekonomian Berbasis Pemberdayaan

 


Berita Terkait