Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Tasikmalaya

Rabu, 25 September 2019 18:25 D. Farhan Kamil Daerah

Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Tasikmalaya

 

Koropak.co.id - Satreskrim Polres Tasikmalaya berhasil membongkar bisnis prostitusi online di wilayah Kecamatan Singaparna, dengan objek yang ditawarkan kepada para lelaki hidung belang ini rata-rata wanita muda bersuami dan janda muda yang masih hangat alias belum lama ditinggal suami.

Terbongkarnya bisnis prostitusi online ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti dengan penyamaran petugas Kepolisian yang memesan perempuan penjaja cinta secara online kepada seorang wanita yang diketahui berinisial TIS (37) warga Kampung Cijeruk Desa Cintaraja Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya.

Setelah ada kesepakatan atau deal harga, TIS mengarahkan petugas yang menyamar ke salah satu rumah di Perum Cikunir Kencana Raya Blok C Desa Cikadongdong Kecamatan Singaparna, yang sudah cukup lama dikontrak TIS.

"Saat petugas masuk rumah TIS tepatnya pada hari Senin (23/9/2019) sekitar jam 19.00 WIB, di situ ada dua orang wanita berusia 26 dan 29 tahun yang sudah menunggu. Pada saat itu pula kita langsung melakukan penangkapan terhadap TIS termasuk mengamankan barang bukti berupa lembaran uang Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu dengan total Rp 800 ribu hasil transaksi bisnis prostitusi online," kata Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra didampingi Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Siswo De Cuellar Tarigan, kepada Koropak di Mako Polres Tasikmalaya, Rabu (25/9/2019).

 

Koropak.co.id - Polisi Bongkar Bisnis Prostitusi Online di Tasikmalaya

 


Dari pengakuan tersangka kata Dony, TIS ini berperan sebagai mucikari yang kerap menawarkan sejumlah wanita berusia di atas 25 tahunan dengan harga Rp 400 ribu per satu kali kencan. Dari harga itu, TIS menerima bagian sebesar Rp 100 ribu sebagai ganti fasilitasi atau sewa tempat yang disediakan untuk praktek prostitusi.

"Hasil pemeriksaan sementara, ada beberapa perempuan yang biasa ditawarkan kepada pelanggan melalui aplikasi chating. Namun yang berhasil kita temukan di tempat kejadian, baru ada dua orang. Kita akan terus mendalami kasus ini dengan menggali informasi dan keterangan saksi-saksi," ujarnya.

Ditambahkan, untuk menghilangkan kecurigaan masyarakat, tersangka TIS ini kerap berpindah-pindah tempat alias pindah kontrakan.

"Pengakuan tersangka, dirinya sudah menjalani bisnis seperti ini sejak satu tahun lebih," ucapnya.

Akibat tindak pidana kejahatan terhadap kesusilaan ini, tersangka dijerat pasal 296 juncto 506 KUH Pidana dengan ancaman 1,4 tahun penjara.*

 

Baca pula : Kalah Judi, Pemuda Nekat Gasak Perhiasan Emas Tetangga