Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sampaikan 5 Tuntutan RUU Bermasalah

Sabtu, 28 September 2019 18:06 Dedi Sofwan Daerah

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sampaikan 5 Tuntutan RUU Bermasalah

 

Koropak.co.id - Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat Zaki Nugraha, dihadapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, membacakan lima tuntutan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat, saat berlangsungnya pembukaan Musyawarah Daerah ke-XII, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat yang berlangsung di Pondok Pesantren Darul Arqam, Garut, Jawa Barat, Sabtu (28/9/2019).

Lima tuntutan tersebut yakni :

1. Menuntut Pemerintah dan DPR RI untuk meninjau ulang RUU KPK untuk kemudian mengkaji atau mengevaluasi kembali pasal-pasal dalam RUU KPK yang secara substansi dapat melemahkan proses pemberantasan korupsi di Indonesia dengan mempertimbangkan masukan dari para pihak, di antaranya Pakar Hukum, Akademisi, LSM yang konsern dengan pemberantasan korupsi. Sebab pelemahan terhadap KPK merupakan tindakan yang mencoreng semangat Reformasi.

2. Mengecam tindakan sepihak DPR RI dan Pemerintah yang dengan cepat melakukan proses legislasi terhadap Rancangan Undang–Undang tanpa melakukan uji publik dan kajian yang lebih mendalam serta tidak mempertimbangkan opini publik.

3. Menuntut Presiden RI Joko Widodo untuk sesegera mungkin membentuk Tim Pencarian Fakta (TPF) Independen atas kasus kematian Immawan Randy, sahabat seperjuangan yang telah gugur ketika menjalankan tugasnya sebagai penyambung lidah rakyat saat demontrasi.

4. Menolak wacana Revisi Undang–Undang KUHP dan mendesak DPR RI dan Presiden RI agar Mencabut pembahasan RUU KUHP dari pembahasan Prolegnas tahun 2019.

5. Mengimbau kepada pihak keamanan untuk melakukan pendekatan persuasive bukan refresif dalam menangani unjuk rasa.

 

 

Koropak.co.id - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sampaikan 5 Tuntutan RUU Bermasalah

 

Baca : Jika Disahkan RUU PKS Akan Jadi Musibah Besar Indonesia

Saat dikonfirmasi Koropak, Sabtu (28/7/2019) Zaki mengatakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat hadir sebagai pelopor pengawal reformasi.

"Kami ingin mengingatkan sekaligus menyadarkan Pemerintah dan DPR RI yang telah mencederai semangat reformasi. Kami meyakini reformasi falasafah merupakan saluran utama menuju ke tata pikir yang lebih mendasar sesuai dengan tujuan-tujuan dan kepentingan masyarakat dan bangsa," ucapnya.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menuturkan apa yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Jawa Barat tersebut tentunya mewakili semangat seluruh mahasiswa Muhammadiyah di Tanah Air.

"Besok saya akan langsung menyampaikan ke pemerintah pusat dan akan saya kabari kepada mereka apabila sudah ada respons atau jawaban dari pemerintah pusat. Saya pun siap untuk berdialog dengan semua elemen masyarakat jawa barat terkait tuntutan mereka terhadap Pemerintah dan DPR RI," ucapnya.*

 

Baca pula : Diusik RUU Rancu, Spirit Mahasiswa Tasikmalaya Bangkit