Kritik Penanganan Represif, Mujahid 212 Gelar Aksi Demonstrasi

Sabtu, 28 September 2019 18:14 Eris Kuswara Nasional

Kritik Penanganan Represif, Mujahid 212 Gelar Aksi Demonstrasi

 

Koropak.co.id - Massa Aksi Mujahid 212 menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Negara, Sabtu (28/9/2019). Diketahui, Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Ali Mochtar Ngabalin pun mengaku siap menerima aksi massa yang dipimpin oleh Edy Mulyadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koropak, Sabtu (28/9/2019) Massa Aksi Mujahid 212 akan menyampaikan 4 isu yang saat ini hangat diperbincangan mulai dari masalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif.

"Nanti massa demonstrasi itu akan saya terima di Istana, namun kasih tau saya dulu mau di mana pertemuannya. Mengenai penanganan aksi mahasiswa, saya menyuruh Edy untuk membawa data dan dokumennya," kata Ngabalin.

Terkait penanganan karhutla, Ngabalin pun menantang Edy dan kawan-kawan untuk turun langsung ke titik lokasi. Bahkan dia juga meminta agar Edy membaca undang-undang secara utuh sebelum menuding pemerintah yang lamban dalam menangani karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

 

 

Koropak.co.id - Kritik Penanganan Represif, Mujahid 212 Gelar Aksi Demonstrasi

 

Baca : Ukhuwah Tanpa Sekat Terjalin Di Gerakan 212

"Saya tahu Edy karena kami sejak dulu sama-sama. Kita lihat saja kalau Edy Mulyadi bisa langsung turun ke lokasi karhutla itu bagus. Suruh saja dia kesana, emangnya karhutla itu sama dengan kebakaran tong sampah yang bisa seketika langsung padam? Suruh saja dia baca UU Otonomi Daerah supaya dia mengerti karhutla menjadi tanggungjawab penuh siapa?" tuturnya.

Diketahui saat ini, Massa Aksi Mujahid 212 masih menggelar aksi demonstrasi di depan Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, dan terdapat empat isu yang diusung massa dengan memprotes pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Aksi tersebut dikomando oleh Edy Mulyadi yang mengatakan bahwa pada awalnya aksinya bernama "Parade Tauhid Indonesia 2019", namun kini diganti menjadi "Aksi Mujahid 212 Selamatkan NKRI".

Sementara itu keempat isu yang diangkat massa Aksi Mujahid 212 adalah mengenai masalah rentetan demonstrasi mahasiswa, penanganan aksi mahasiswa yang dinilai represif, penanganan kerusuhan di Papua, dan penanganan karhutla yang dinilai lamban.*

 

Baca pula : Sejumlah Artis Ibukota Hadiri Reuni Akbar 212