Exit Tol Bandung-Tasikmalaya Ada Di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna

Rabu, 02 Oktober 2019 17:25 D. Farhan Kamil Daerah

Exit Tol Bandung-Tasikmalaya Ada Di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna

  

Koropak.co.id - Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang Perumahan dan Permukiman (PUTRPP), Drs. H. Yusef Yustisiawandana, ST., MM menegaskan, titik lokasi exit tol Bandung-Tasikmalaya berada hanya beberapa meter dari Puskesmas Tinewati atau di Kampung Gedugan Desa Cikunten Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya dan satunya lagi berada di sekitar Jalan Sewaka Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.

Pada segmen 1 pembangunan trase tol Bandung - Tasikmalaya ini, akan diawali proses pembebasan tanah pada April tahun 2020 hingga 2022, dimulai dari Gedebage Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya.

Hal tersebut berdasarkan informasi terbaru hasil ekspose Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada tanggal 24 September lalu, bersama Gubernur Jawa Barat dan sejumlah perwakilan pemerintah daerah yang terlewati ruas tol.

"Seluruh pengerjaan ruas jalan tol Bandung-Tasikmalaya sepanjang 95,2 kilo meter itu, dikerjakan langsung oleh pihak PUPR pusat. Sementara Pemkab Tasikmalaya saat ini hanya wait and see. Paling nantinya berperan sebagai penyampai informasi atau sosialisasi kepada masyarakat," kata Yusef, Rabu (2/10/2019).

 

 

koropak.co.id - Exit Tol Bandung-Tasikmalaya Ada Di Desa Cikunten Kecamatan Singaparna

 

Ditambahkan, berdasarkan perkembangan informasi, proses lelang akan dilaksanakan mulai bulan Desember tahun ini. "Penempatan lokasi (penlok) nya yang sudah ditentukan," ucapnya, sembari menyebutkan, awal pengoperasian tol ini diperkirakan pasa April tahun 2024.

Menanggapi rencana keberadaan exit tol di Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Tasikmalaya H. Ade Sugianto mengatakan, itu memang sesuai keinginan Pemkab Tasikmalaya dengan harapan dapat mendongkrak kehidupan masyarakat lebih baik terutama dari sisi perekonomian.

"Keberadaan exit tol nanti itu jelas akan mempengaruhi terhadap perubahan tata ruang, kehidupan bisnis masyarakat, peningkatan ekonomi dan aspek-aspek lainnya, maka nanti kita persiapkan menuju ke arah perubahan lebih baik," kata Ade.

Pemerintah juga perlu mengkaji secara komprehensif terkait bagaimana keberadaan exit tol itu, benar-benar dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pertumbuhan bisnis di berbagai sektor di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Kita ingin persiapkan dari awal sejauh mana pemanfaatnya. Jangan sampai masyarakt kita hanya jadi penonton, kita semua adalah pelaku pembangunan dan pemanfaat hasil pembangunan," ujarnya.*

 

Baca : Exit Tol Bantacil Dan Harapan Warga Singaparna Kabupaten Tasikmalaya