Dinas Kesehatan Tak Ingin Obat kedaluwarsa Terulang Lagi

Rabu, 02 Oktober 2019 18:24 D. Farhan Kamil Daerah

Dinas Kesehatan Tak Ingin Obat kedaluwarsa Terulang Lagi

 

Koropak.co.id - Tak ingin lagi kecolongan, kasus pemberian obat kadaluarsa kepada pasien penderita penyakit jantung di Puskesmas Puspahiang beberapa pekan lalu mendorong Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, meningkatkan intensitas pengawasan serta pembinaan terhadap seluruh kepala puskesmas terutama kepada petugas farmasi di masing-masing puskesmas.

"Selama dua hari berturut-turut, kita melakukan rapat koordinasi dengan para kepala puskesmas sekaligus pembinaan kepada seluruh apoteker atau pengelola obat di Kabupaten Tasikmalaya. Penekanannya kepada pengelolaan obat di Puskesmas agar sesuai dengan standar pelayanan kefarmasian di Puskesmas merujuk ke Permenkes RI nomor 74 tahun 2016," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr. Faisal Soeparyanto, Rabu (2/10/2019).

 

Koropak.co.id - Dinas Kesehatan Tak Ingin Obat kedaluwarsa Terulang Lagi (1)

 

Baca : Pemkab Tasikmalaya Lakukan Inspeksi Ke Setiap Puskesmas


Intinya kata Faisal, setiap kegiatan pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis pakai, harus dilaksanakan sesuai standard operasional prosedur (SOP). SOP tersebut ditetapkan oleh kepala Puskesmas dan dapat diakses secara mudah oleh para petugas di bawahnya.

Disinggung hasil penelusuran terkait penyebab pemberian obat kadaluarsa di Puskesmas Puspahiang, Faisal menyebutkan, obat yang diberikan merupakan stok dari pengadaan obat tahun 2017 yang memang periode masa habis obat tersebut jatuh pada bulan Agustus 2019.

Pengadaan obat itu sendiri bisa dilakukan oleh puskesmas menggunakan dana JKN dan oleh pihak dinas dari DAK. "Kita menangkap apa yang terjadi di puskesmas itu adalah kurangnya koordinasi antara penulis resep, apoteker dan peminta.*


Baca : Inilah Puskesmas di Kabupaten Tasikmalaya yang Bakal Disurvei

 


Berita Terkait